Di Era Gubernur Mirza, Pemprov Lampung Dorong Konservasi Way Kambas Berbasis Harmoni Manusia dan Gajah

Redaksi - Rabu, 02 Sep 2026 - 05:24 WIB
Di Era Gubernur Mirza, Pemprov Lampung Dorong Konservasi Way Kambas Berbasis Harmoni Manusia dan Gajah
Foto: Dok. Pemprov Lampung -
Advertisements

Serai dan lebah dipilih untuk dikembangkan di kawasan perbatasan TNWK. Bau serai dan suara koloni lebah diharapkan dapat membantu menjauhkan gajah dari permukiman dan lahan pertanian warga.

Dengan begitu, pagar yang dibangun bukan hanya berupa beton atau tanggul, tetapi juga berupa strategi ekologis yang melibatkan masyarakat.

Advertisements

Hasilnya pun diharapkan tidak berhenti di kawasan konservasi. Warga dapat mengelola usaha tersebut melalui BUMDes sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung.

"Kami sedang memesan mesin untuk penyulingan serai," ujar Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah TNWK Brigjen TNI Sriyanto.

Serai nantinya disuling menjadi minyak atsiri yang dapat digunakan untuk berbagai produk, mulai dari sabun, pengharum hingga aromaterapi.

Untuk budi daya lebah, sebanyak 900 kotak lebah telah diberikan kepada masyarakat di wilayah perbatasan.

Advertisements

"Minggu depan mungkin sudah menjadi 1.500 boks lebah," kata Sriyanto, Selasa (1/9/2026).

Koloni lebah tersebut kini mulai berkembang melalui proses pemecahan koloni.

Bagi masyarakat sekitar TNWK, lebah dan serai bukan sekadar alat untuk menghalau gajah. Keduanya diharapkan menjadi sumber penghidupan baru.

Dengan pola ini, upaya meredam konflik tidak semata-mata bertujuan menjauhkan gajah dari lahan warga. Masyarakat juga diberikan pilihan usaha yang dapat menghasilkan tanpa harus berhadapan langsung dengan satwa liar.

Advertisements

Tanggul Menjadi Benteng Perlindungan

Jika serai dan lebah merupakan pendekatan berbasis masyarakat, sementara pelatihan mahot menyasar perubahan perilaku manusia, TNWK juga menyiapkan perlindungan fisik.

Salah satunya pembangunan tanggul pembatas di jalur keluar-masuk gajah.

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.