Pemprov Lampung Dorong Seni Jadi Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa

Redaksi - Rabu, 21 Okt 2026 - 01:54 WIB
Pemprov Lampung Dorong Seni Jadi Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa
Foto: Dok. Pemprov Lampung -
Advertisements

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa GSMS merupakan inisiatif strategis Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan seni dan budaya, mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia kesenian, serta menumbuhkan apresiasi seni sejak dini.

Advertisements

 

Pelaksanaan pembelajaran GSMS di Provinsi Lampung berlangsung selama tiga bulan, mulai Juli hingga September 2026. Dalam periode tersebut, para seniman terlibat langsung dalam proses pembelajaran di sekolah, mendampingi peserta didik untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan berbagai bentuk ekspresi seni.

 

Thomas menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Provinsi Lampung dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap GSMS dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga semangat mencintai budaya semakin tumbuh di kalangan generasi muda.

Advertisements

 

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya kolaborasi dan strategi bersama untuk memperkuat pemajuan kebudayaan di Lampung, terutama dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah dan menyediakan ruang ekspresi seni yang dapat berkembang secara mandiri di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, penggunaan bahasa Lampung di ruang publik perlu menjadi perhatian bersama. Perubahan komposisi masyarakat yang semakin heterogen menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlangsungan percakapan bahasa daerah, khususnya di lingkungan perkotaan.

Advertisements

 

Karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran dan komunikasi yang lebih efektif agar bahasa Lampung tetap dikenal, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Selain pelestarian bahasa, pengembangan ruang pertunjukan seni dan budaya yang representatif juga menjadi perhatian. Ruang ekspresi yang dikelola secara rutin dan terjadwal dinilai dapat memberikan kesempatan kepada komunitas seni untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kebudayaan Lampung kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.