Teknologi Pertanian Modern Dorong Produktivitas Padi di Lampung Tengah

Redaksi - Jumat, 21 Agt 2026 - 11:39 WIB
Teknologi Pertanian Modern Dorong Produktivitas Padi di Lampung Tengah
Foto: Dok. Pemprov Lampung -
Advertisements

Lampung Tengah --- Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern, pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC), penguatan pengelolaan air, serta kemandirian petani dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Upaya tersebut terlihat saat peninjauan produksi dan pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC) yang dimanfaatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/08/2026).

Dalam peninjauan tersebut, petani menyampaikan adanya perubahan positif pada pertumbuhan tanaman padi setelah menggunakan PHC. Tanaman yang sebelumnya terlihat kekuningan mulai menunjukkan pertumbuhan lebih baik setelah mendapatkan perlakuan PHC.

Advertisements

Petani dari Gapoktan Sri Rezeki 3, Surono, mengatakan perubahan tanaman mulai terlihat sekitar satu hingga 10 hari setelah penggunaan PHC. Daun tanaman menjadi lebih hijau, batang lebih kuat, dan pertumbuhan bulir dinilai lebih baik.

"Waktu sebelum dikasih PHC, daunnya agak kuning-kuning. Setelah satu minggu sampai 10 hari, sudah bisa hijau benar. Batangnya kuat, sekarang helainya sampai ujung dan bulirnya juga bertambah," ujar Surono.

Petani lain, Misrani juga mengatakan, tanaman padi yang mendapatkan perlakuan PHC saat ini masih dalam proses menuju panen. Ubinan dijadwalkan dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengetahui hasil produktivitas secara lebih terukur.

Menurutnya, penerapan teknologi pertanian tersebut memberikan optimisme terhadap peningkatan hasil panen. Pengalaman pada musim sebelumnya juga menunjukkan adanya peningkatan produktivitas setelah petani menerapkan PHC.

Advertisements

Sementara itu, petani lainnya, Suyono, menyampaikan bahwa produktivitas padi yang sebelumnya berada pada kisaran 5,2–5,5 ton per hektare dapat meningkat menjadi sekitar 6,5 ton per hektare setelah menggunakan PHC, termasuk pada musim rendeng.

"Rendeng kemarin biasanya 5,2 sampai 5,5 ton, setelah menggunakan ini bisa 6,5 ton. Hasilnya bagus," kata Suyono.

Ia menjelaskan, pemanfaatan PHC juga terus dikembangkan di tingkat kelompok tani. Setelah sebelumnya memproduksi sekitar 10 drum, kelompoknya kembali memproduksi empat drum untuk memenuhi kebutuhan petani dan kelompok tani di wilayah sekitar.

Selain pemanfaatan teknologi, kekompakan petani menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pertanian di Rama Nirwana.

Advertisements

Surono mengatakan, petani di wilayah tersebut terbiasa melakukan pengendalian hama secara bersama-sama. Penanganan tikus dan belalang tidak hanya dilakukan di lahan masing-masing, tetapi secara serentak dalam satu hamparan.

"Masalah kekompakan di sini. Kalau satu hamparan dikerjakan bersama-sama, insyaallah bisa berhasil. Untuk masalah tikus dan belalang juga kita kerjakan bersama. Kalau ada lubang tikus, tidak peduli itu sawah siapa, tetap kita tangani," jelasnya.

HALAMAN:
Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.