Pembelajaran tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, ketekunan, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan diri. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepekaan rasa, karakter kuat, dan kesadaran untuk menjaga identitas budayanya.
Gubernur menekankan bahwa keberhasilan program GSMS membutuhkan kolaborasi antara sekolah, seniman, pemerintah daerah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembelajaran seni dan budaya dapat berlangsung secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, melalui tayangan video menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, para seniman, guru, dan peserta didik yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program GSMS.
Ia menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud komitmen untuk menyelaraskan pendidikan dengan pemajuan kebudayaan. Kehadiran seniman di sekolah memungkinkan peserta didik mengenal dan merasakan secara langsung kekayaan budaya daerah, mulai dari seni tari dan musik hingga permainan tradisional.
Menurutnya, Pekan Kebudayaan Daerah yang menyertai gelar karya tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan, merayakan, dan mewariskan kekayaan budaya Lampung kepada generasi penerus.
Giring berpesan agar para peserta didik terus berkarya dan tidak ragu menunjukkan potensi seni yang dimiliki. Ia juga mengapresiasi para seniman dan guru pendamping yang telah menjadi penghubung antara tradisi budaya dan generasi muda.