194 Ribu Telur Gratis Disalurkan Pemkot Bandarlampung ke 1.080 Penerima Manfaat

Leo Saputra - Selasa, 09 Jun 2026 - 02:38 WIB
194 Ribu Telur Gratis Disalurkan Pemkot Bandarlampung ke 1.080 Penerima Manfaat
Pemkot Bandarlampung - Ist
Advertisements

DESKRIPSINEWS - Pemerintah Kota Bandarlampung kembali menguatkan komitmen menurunkan angka stunting dengan menyalurkan 194 ribu butir telur ayam gratis kepada 1.080 keluarga penerima manfaat di seluruh kecamatan.

Program intervensi gizi ini menyasar kelompok rentan stunting, meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Telur dipilih karena kaya protein hewani, vitamin, dan mineral yang penting untuk tumbuh kembang anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

“Stunting itu bukan hanya soal tinggi badan, tapi juga berdampak pada kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Karena itu Pemkot Bandarlampung hadir dengan bantuan nyata berupa telur, supaya asupan protein hewani keluarga penerima manfaat tercukupi,” ujar Wali Kota Bandarlampung, Hj. Eva Dwiana, saat melepas penyaluran bantuan di Balai Kota, Senin 9 Juni 2026.

Bunda Eva, sapaan akrab Wali Kota, menjelaskan bahwa data penerima manfaat telah diverifikasi bersama kelurahan, puskesmas, dan kader Posyandu agar bantuan tepat sasaran.

Advertisements

“Kami tidak ingin ada yang terlewat. Kader di lapangan tahu persis siapa yang butuh. 194 ribu butir telur ini kami harap bisa membantu menekan angka stunting di Bandarlampung lebih cepat,” lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Dr. Desti Mega Purnama, M.K.M, menambahkan bahwa pembagian telur dibarengi edukasi gizi kepada penerima manfaat.

“Telur itu sumber protein hewani yang lengkap dan mudah diolah. Kami juga mengedukasi ibu-ibu cara memasak telur yang aman dan kombinasi menu seimbang, supaya manfaatnya maksimal untuk mencegah stunting,” kata dr. Desti.

Pemkot Bandarlampung menargetkan penurunan prevalensi stunting di bawah 14% pada 2026, sesuai target nasional. Selain bantuan telur, Pemkot juga terus menggencarkan pemberian makanan tambahan, imunisasi lengkap, dan perbaikan sanitasi lingkungan.

Advertisements

“Penanganan stunting butuh kerja bareng. Pemerintah menyiapkan program, tenaga kesehatan mendampingi, dan keluarga harus konsisten memberi makan bergizi. Kalau semua bergerak, Bandarlampung bisa punya generasi yang sehat dan cerdas,” tutup Bunda Eva.

Advertisements
Share:
Editor: Leo Saputra
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.