Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM RI Bambang Purbiyantoro menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan panas bumi sebagai tulang punggung energi terbarukan.
"Kami telah mengawal proyek-proyek panas bumi sejak lama, termasuk Unit 1, 2, 3, dan 4 Ulubelu yang masing-masing berkapasitas 55 MW. Keberhasilan proyek-proyek ini tidak lepas dari dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah," ujar Bambang.
Direktur Operasional PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yani menjelaskan bahwa proyek Gunung Tiga dirancang untuk menambah kapasitas kelistrikan di Provinsi Lampung yang saat ini masih bergantung pada interkoneksi dari Sumatera bagian selatan.
"Dengan masuknya proyek Gunung Tiga sebesar 55 MW, kemandirian energi di Provinsi Lampung akan meningkat, mampu menyuplai listrik untuk sekitar 450.000 rumah tangga dan menurunkan sekitar 460.000 ton emisi CO2 per tahun," terang Ahmad Yani.
Ia juga menyoroti investasi yang cukup besar dalam proyek ini, mencapai sekitar 36,6 juta USD untuk tahap awal pengeboran eksplorasi dan pembangunan jalan sepanjang 7 KM.
Selain itu, proyek ini akan membuka lapangan kerja bagi sekitar 250 orang pada tahap eksplorasi dan 600 hingga 800 orang pada tahap pembangunan.
Project Manager Eksplorasi Gunung Tiga Sapto Trianggo Nurseto menyampaikan Proyek Gunung Tiga berada dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Way Panas, bersebelahan dengan prospek Ulubelu yang sudah beroperasi dengan kapasitas 220 MW. Berdasarkan kajian mendalam, potensi cadangan energi di Gunung Tiga diperkirakan mencapai 55 MW. "Ini menjadi alasan khusus bagi kami untuk optimistis dapat mengembangkan proyek ini," ujar Sapto.
Tahapan pengembangan proyek ini dimulai sejak studi geosains pada 2021. Setelah evaluasi komprehensif, PGE kini memasuki tahap penyiapan infrastruktur.
Rencananya, rig pengeboran akan didirikan di lokasi pengeboran pertama pada September 2025. Pengeboran eksplorasi akan dilakukan hingga kedalaman 2.500 meter menggunakan teknologi pengeboran berarah.
Pengeboran tahap selanjutnya akan dilanjutkan di kluster kedua dan ketiga pada Desember 2025. Sapto juga mengungkapkan bahwa izin penggunaan kawasan hutan lindung (PPKH) untuk proyek ini telah terbit pada 2 Juni lalu, membuka jalan bagi kelancaran persiapan pengeboran.
PGE berharap hasil pengeboran eksplorasi berjalan baik sehingga dapat segera dilanjutkan ke tahap pengembangan. Dengan target pengoperasian komersial (COD) pada 2029, proyek Gunung Tiga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian listrik Provinsi Lampung dengan energi hijau.