DESKRIPSINEWS.COM – Purnama Wulan Sari Mirza dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Provinsi Lampung, di Gedung Graha Bakti Kwarda Gerakan Pramuka Lampung pada Selasa, 22 April 2025.
Pada kesempatan tersebut, Bunda Wulan Sari Mirza mengajak para guru menyatukan langkah dan tekad bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Marilah kita memulai perjalanan ini dengan semangat baru, hati yang ikhlas dan komitmen tanpa batas,” kata Bunda Wulan.
Dia mengatakan dengan amanah baru yang diberikan, dirinya siap mengambil peran untuk memajukan program-program pendidikan di Provinsi Lampung.
“Saya yakin dengan semangat kebersamaan ini, mari kita buktikan bahwa Ibunda Guru merupakan rumah besar bagi para pendidik perempuan yang tangguh, inspiratif dan penuh kasih sayang,” ujarnya.
Pengukuhan ini sendiri dilakukan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela sekaligus melakukan Halal Bihalal Keluarga Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Lampung.
Wagub Jihan mengajak guru untuk mengambil peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter serta menjaga moral generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dia menyampaikan bahwa dampak dari keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi tidak hanya membawa hal-hal positif, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan, khususnya dalam menjaga nilai-nilai moral, etika, dan karakter siswa.
“Di sini guru harus menjadi garda terdepan dalam membekali siswa dengan nilai-nilai agama, akhlak, dan budaya yang harus ditanamkan setiap hari,” ujar Jihan.
Jihan menyebutkan dunia yang berubah cepat, anak-anak hidup di era digital, AI, dan informasi yang nyaris tak terbendung, kondisi ini membutuhkan perhatian dan pengawalan khusus dari para guru.
Dirinya percaya bahwa guru adalah sosok yang mampu menjadi penuntun dalam menghadapi era disrupsi.
“Ini butuh pengawalan secara khusus dari bapak ibu guru yang hebat. Saya percaya guru yang hebat tidak takut zaman berubah, justru dia yang membentuk zaman,” katanya.
Jihan menyoroti pentingnya integrasi pendidikan karakter dalam kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas.
“Pendidikan karakter bukan sekadar tambahan, tapi harus menjadi bagian utama dalam membentuk kepribadian siswa-siswi kita,” tegasnya.