AM Syafi’i Dorong Pelestarian Bahasa Daerah sebagai Upaya Menjaga Kearifan Lokal

Leo Saputra - Senin, 07 Jul 2025 - 03:33 WIB
AM Syafi’i Dorong Pelestarian Bahasa Daerah sebagai Upaya Menjaga Kearifan Lokal
DPRD Provinsi Lampung - Dok. for Deskripsinews.com
Advertisements

Deskripsinews.com - Bandar Lampung — Anggota DPRD Provinsi Lampung, AM Syafi’i, menyuarakan dukungannya terhadap pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari upaya menjaga dan merawat kearifan lokal.

Ia menilai bahwa penggunaan bahasa ibu di lingkungan keluarga merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Lampung maupun bahasa daerah suku suku lainya.

Hal tersebut dikatakan, anggota Dprd Lampung AM Syafi’i. Dia mengatakan, bahasa daerah tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga merupakan cerminan nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak malu menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Bahasa daerah memperkaya khazanah budaya kita. Di tengah derasnya arus globalisasi, bahasa ibu menjadi benteng terakhir untuk mempertahankan jati diri bangsa,” ujar AM Syafi’i , Senin (7/7), di kantor Dprd Lampung.

Advertisements

Lebih lanjut, disetiap Sosialisasi Idiologi Pancasila, pihaknya selalu mengedepankan prihal Kebinekaan dan mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih proaktif dalam menciptakan ruang-ruang publik yang ramah terhadap penggunaan bahasa lokal.

Ia juga menyampaikan pentingnya peran keluarga sebagai tempat pertama dan utama dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah.

“Kita tidak boleh membiarkan bahasa daerah kita punah. Ini adalah tanggung jawab bersama—baik masyarakat, keluarga, maupun pemerintah,” katannya.

Dapat dilihat lanjutnya, langkah pihaknya, ini mendapat apresiasi dari sejumlah pegiat budaya maupun masyarakat yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi PIP tersebut.

Advertisements

“Dapat dibayangkan, jika saat ini kita tidak bisa berbicara bahasa daerah masing-masing. Sudah barang tentu cucu-cucu kita tidak bisa berbicara bahasa daerah. Makanya saya cerewet jika ada temen mengedepankan bahasa indonesia daripada bahasa daerah asal mereka,” katanya.(*)

Advertisements
Share:
Editor: Leo Saputra
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.