Gubernur mengaitkan penguatan nilai kemanusiaan dengan upaya membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Menurut Gubernur kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan fisik, atau peningkatan aktivitas perdagangan.
Ia menilai pembangunan juga harus menghasilkan masyarakat yang memiliki kepedulian, semangat gotong royong, dan kemauan untuk membantu sesama. Karena itu, PMI diminta ikut berperan dalam menanamkan nilai tersebut, terutama kepada generasi muda.
"Kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari seberapa tinggi bangunannya, tapi juga seberapa besar kepedulian warganya," ujar Gubernur. Ia berharap Lampung tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki kehidupan sosial yang kuat, kompak, saling peduli, dan siap siaga.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Lampung Purnama Wulansari Mirza mengatakan, rangkaian HUT ke-81 PMI dirancang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kepedulian, kemanusiaan, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sejumlah kegiatan telah dilakukan PMI Lampung, di antaranya distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Sebanyak 445.400 liter air telah disalurkan kepada 57.031 penerima manfaat yang tersebar di 71 titik di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu.
PMI Lampung juga mendistribusikan 30.000 masker sebagai respons terhadap dampak abu vulkanik erupsi Gunung Krakatau. Bantuan tersebut disalurkan di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu.
Untuk kegiatan donor darah, PMI menggandeng pengemudi ojek daring. Hingga saat kegiatan berlangsung, terdapat 1.550 calon pendonor yang telah terdaftar, dengan pelaksanaan donor darah berlangsung selama tiga hari, 16-18 September 2026.