Gubernur menilai semangat kemanusiaan tidak boleh hanya dimiliki pengurus maupun anggota PMI. Nilai gotong royong, kepedulian, tolong-menolong, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dibangun menjadi budaya bersama.
"Enggak perlu nunggu PMI lagi, karena masyarakatnya ke depan mereka sudah punya semangat PMI," ujarnya.
Menurut Gubernur, kebutuhan membangun budaya kesiapsiagaan semakin penting karena Lampung berada di kawasan yang memiliki potensi bencana. Ia meminta masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, memiliki kesadaran untuk selalu siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Selain mitigasi bencana, Gubernur juga menekankan pentingnya kepedulian sosial ketika masyarakat menghadapi kekeringan, kelaparan, wabah penyakit, maupun dampak abu vulkanik. Pengalaman penanganan pandemi Covid-19, menurut Gubernur, menunjukkan pentingnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak masyarakat terus menggelorakan budaya donor darah. Ia menyebut donor darah sebagai bentuk nyata kepedulian yang dapat memberikan harapan dan membantu menyelamatkan kehidupan orang lain.
"Donor darah ini harus terus digelorakan. Jadi donor darah bisa jadi budaya di Lampung," kata Gubernur.