Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wisata alam di Tahura WAR memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kedekatannya dengan pusat kota juga dapat menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana hutan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Jika dikelola dan dipromosikan secara berkelanjutan, destinasi ini berpotensi melengkapi pilihan wisata di Lampung sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
*Menjaga kebugaran di tengah kesibukan*
Selain melihat potensi wisata alam, trekking tersebut menjadi kesempatan bagi Gubernur Mirza untuk menjaga kebugaran di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan.
Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu tiga hingga lima jam itu melewati sejumlah jalur dengan kontur menanjak. Sepanjang perjalanan, rombongan juga menikmati suasana hutan dan suara alami kawasan sebagai bagian dari aktivitas penyegaran diri.
Suasana akrab terlihat ketika rombongan tiba di kawasan Hutan Kemiri dan disambut pengelola kawasan, Abah Mus. Interaksi yang berlangsung santai di tengah suasana alam tersebut menutup perjalanan trekking di salah satu kawasan wisata alam yang berada di sekitar ibu kota Provinsi Lampung itu. (Pemerintah Provinsi Lampung).