Dampak tersebut diharapkan turut dirasakan masyarakat di sekitar destinasi wisata. Peningkatan kunjungan berpotensi menggerakkan berbagai usaha lokal, mulai dari jasa pemandu wisata, kuliner, UMKM yang mengolah hasil hutan, hingga sektor penginapan.
"Kita ingin wisatawan tidak sekadar melintas atau berkunjung singkat, tapi menginap lebih lama dan membelanjakan uangnya lebih banyak di Lampung. Potensi rantai pasok lokalnya sangat besar," kata Gubernur.
*Dikunjungi wisatawan luar daerah*
Potensi Tahura WAR sebagai destinasi ekowisata juga terlihat dari kunjungan wisatawan yang dilayani Pokdarwis Desa Sumber Agung.
Ketua Pokdarwis Desa Sumber Agung, Ubay, mengatakan pihaknya melayani sekitar 100 wisatawan setiap akhir pekan. Para pengunjung tersebut biasanya terbagi dalam enam hingga delapan kelompok.
Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Lampung, tetapi juga dari Sumatera Selatan hingga kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).