“Perubahan etika dan sopan santun anak-anak sangat terasa saat ini. Karena itu, penerapan nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari rumah,” katanya.
Sementara itu, narasumber Dr. Ryfandi Ritonga membenarkan kekhawatiran terkait pengaruh negatif penggunaan HP terhadap anak dan remaja. Ia menilai penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Jangan sampai kehadiran HP justru melunturkan kepedulian anak-anak kita terhadap Pancasila sebagai pondasi bangsa,” tegas Ryfandi.
Ia mengajak masyarakat untuk mengamalkan nilai Pancasila secara bertahap dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak harus langsung menerapkan lima sila sekaligus. Minimal satu per satu, dimulai dari keluarga. Mengubah pola pikir anak-anak saat ini memang butuh kesabaran dan kehati-hatian,” pungkasnya. (*)