“Ini baru awal. Saya harapkan akan menjadi semangat, menjadi motivasi bagi pengusaha-pengusaha kopi yang lain, untuk ikut menghilirisaai kopi-kopi yang ada di Provinsi Lampung,” harapnya.
Selain sektor kopi, Gubernur Mirza juga menyoroti potensi luar biasa dari pariwisata Lampung yang terus tumbuh pesat.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata, tahun 2024 terdapat 18 juta wisatawan domestik dengan rata-rata pengeluaran Rp1,6 juta per-kunjungan dan tahun ini, jumlah itu diperkirakan melonjak menjadi 28 juta wisatawan dengan belanja rata-rata Rp1,8 juta.
Gubernur Mirza menjelaskan bahwa sinergi antara sektor kopi dan pariwisata bukan hanya memperkuat daya tarik wisata daerah, tetapi juga menciptakan rantai nilai ekonomi baru.
Menurutnya, wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan pantai dan budaya, tetapi juga ikut memperluas pasar kopi Lampung.
“Melalui festival ini, kami ingin wisatawan mengenal Lampung bukan hanya karena pantainya, tetapi juga karena kopinya yang khas. Inilah wujud nyata pariwisata yang memberi nilai tambah bagi perekonomian lokal,” ujarnya.
Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan Lampung Fest 2025, yang mampu berjalan sepenuhnya dengan dukungan swasta, komunitas dan masyarakat.
“Saya sangat bangga, di tengah semangat efisiensi, Dinas Pariwisata mampu menggelar kegiatan sebesar ini tanpa APBD. Ini bukti nyata bahwa banyak pihak percaya kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan mau bergandengan tangan membangun daerah,” tegasnya.
Ia menilai dukungan luas dari masyarakat, pelaku usaha, serta pemerintah kabupaten/kota menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebanggaan terhadap Lampung semakin kuat.
Gubernur Mirza juga menekankan bahwa kolaborasi seperti ini adalah model pembangunan masa depan atau gairah baru yang berorientasi pada partisipasi publik dan kemandirian ekonomi daerah.
Lebih dari itu, ia mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk menjadikan festival ini sebagai wadah kebersamaan dan kebanggaan daerah.
“Mari kita perlihatkan kualitas kopi dan keindahan pariwisata Lampung kepada Indonesia dan dunia. Kita promosikan Lampung sebagai daerah yang maju, kreatif dan berdaya saing,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan dalam laporannya menjelaskan bahwa Lampung Fest 2025 merupakan tindak lanjut dari inisiasi Gubernur Mirza untuk mendukung gerakan Bangga Berwisata dan Bangga Buatan Indonesia, sekaligus berperan dalam menjaring wisatawan dari target nasional sebesar 1,7 miliar perjalanan wisata.