"Sumber-sumber air mulai mengering, lahan-lahan pertanian kekurangan pasokan air, debu serta panas ekstrem mulai mengganggu kesehatan aktivitas sehari-hari," ucap Gubernur.
Menurut Gubernur, pemerintah bersama berbagai pihak tetap melakukan langkah mitigasi untuk menghadapi persoalan tersebut. Upaya itu mencakup penanganan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, kekeringan dan kebakaran, sekaligus penyampaian informasi serta imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Namun, Gubernur Mirza juga mengingatkan bahwa berbagai upaya pemerintah dan masyarakat memiliki keterbatasan. Karena itu, ikhtiar lahiriah perlu diiringi dengan doa dan introspeksi diri.
Ia mengajak masyarakat menjadikan shalat istisqa sebagai momentum untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun, memperbaiki amal, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
"Shalat istisqa yang kita laksanakan hari ini bukan semata-mata tentang memohon turunnya hujan. Ini adalah momen bagi kita untuk menundukkan hati, kita perbanyak istighfar dan kita mohon ampun atas segala kekhilafan," ujarnya.
Pelaksanaan shalat istisqa di Lapangan Korpri dipimpin Ustaz Haji Arimbi Kusairi, S.Ag., M.Pd. sebagai imam. Sementara itu, khotbah disampaikan Doktor Kiai Haji Mahmudin Bunyamin, Lc., M.A., dan doa dipimpin Ustaz Kiai Haji Arif Suleh, Lc., M.A.