Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penilaian administratif, tetapi menjadi dasar perbaikan konkret di setiap lembaga.
"Saya berharap kegiatan ini bukan sekadar penilaian administratif. Jadikan momentum ini sebagai refleksi dan perbaikan bersama. Hasil evaluasi hendaknya menjadi dasar langkah konkret di lembaga masing-masing," tegasnya.
Gubernur juga mengajak seluruh perangkat daerah serta lembaga pemerintah dan swasta untuk bersinergi dengan Balai Bahasa Provinsi Lampung melalui pembinaan, pendampingan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Komitmen tersebut perlu diperkuat melalui kebijakan internal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyuntingan dokumen dan informasi publik, serta pengawasan penggunaan bahasa secara berkala.
Di samping pengutamaan bahasa Indonesia, Gubernur menegaskan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Lampung. Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Lampung ialah mendorong penggunaan bahasa Lampung dalam aktivitas sehari-hari setiap Kamis.
"Kita tetap menghormati dan melestarikan bahasa daerah. Pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan instruksi untuk penggunaan bahasa Lampung setiap hari Kamis," ungkapnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan bahasa Lampung di tengah masyarakat, sekaligus menghormati keberagaman dialek dan ragam bahasa yang berkembang di daerah.