Ia menegaskan bahwa pembangunan Lampung harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, dengan perempuan sebagai salah satu penggerak penting dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Hanita juga berharap FKI SBS menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi bagi para ibu di wilayah Sumatra Bagian Selatan untuk saling belajar, bertukar gagasan, dan mempererat persaudaraan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Untuk mendukung tujuan tersebut, ia mendorong FKI SBS Provinsi Lampung berfokus pada tiga hal utama, yakni pemberdayaan ekonomi keluarga melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan keluarga, serta penguatan karakter dan literasi digital agar keluarga semakin berdaya dan terlindungi.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat program hingga ke tingkat keluarga.
Selain pemberdayaan perempuan, Hanita mengajak FKI SBS turut menjaga dan melestarikan budaya Lampung serta Sumatra Bagian Selatan, termasuk nilai-nilai Piil Pesenggiri sebagai warisan budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.
Sementara itu, Ketua DPW FKI SBS Provinsi Lampung masa bakti 2026–2029, Reihana, menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan menjalankan program kerja melalui enam bidang utama.