Ia menambahkan, tahun ini tujuh mahasiswa dari Lampung Tengah telah menerima program tersebut. “Insya Allah tahun berikutnya lebih banyak lagi,” imbuhnya.
—
Suarakan Status Desa Way Terusan
Saat reses di SP 2 Way Terusan, Munir menerima keluhan warga terkait belum definitifnya status desa mereka meskipun sudah mengikuti program transmigrasi sejak 1998–2000. Warga menyebut hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan administratif, bahkan baru mendapat akses listrik pada 2023.
“Saya akan berjuang semaksimal mungkin agar desa ini menjadi desa definitif. Kuncinya seluruh masyarakat harus kompak dan bersatu. Jangan mudah menyerah,” ujar Munir yang juga mantan Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
—
Sosialisasi Program Pemutihan PKB
Dalam setiap titik reses, Munir juga menyampaikan perpanjangan program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang berlaku mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2025.
“Silakan manfaatkan program ini. Cukup membayar pajak tahun berjalan tanpa denda. Ini program pemutihan terakhir sebelum data kendaraan dihapus permanen bagi penunggak dua tahun berturut-turut,” ujarnya.
Munir menilai pemutihan ini sangat penting karena taat pajak berdampak langsung pada peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan percepatan pembangunan, khususnya jalan.
“Luas wilayah dan panjang jalan tidak sebanding dengan kemampuan keuangan daerah. Solusinya, mendongkrak PAD, khususnya dari sektor PKB. Kami minta Pak Gubernur agar di APBD 2026 nanti seluruh dana PKB digunakan 100 persen untuk pembangunan jalan,” tegasnya.
—
Terima Kasih untuk Bupati Lampung Tengah