Pemprov Lampung Dorong Keseimbangan Konservasi Gajah dan Aktivitas Masyarakat

Redaksi - Minggu, 20 Sep 2026 - 07:04 WIB
Pemprov Lampung Dorong Keseimbangan Konservasi Gajah dan Aktivitas Masyarakat
Foto: Dok. Pemprov Lampung -
Advertisements

 

Setelah meninjau sejumlah fasilitas utama, Gubernur Mirza dan Menhut melanjutkan perjalanan singkat menuju area UMKM di kawasan TNWK. Area tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat keterkaitan antara kegiatan konservasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Advertisements

 

TN Way Kambas merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Lampung yang memiliki ekosistem hutan dataran rendah dan menjadi habitat satwa liar, termasuk gajah Sumatera. Dokumen Kementerian Kehutanan mencatat TN Way Kambas sebagai salah satu lokasi aksi mitigasi di Provinsi Lampung yang memerlukan kegiatan monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

 

Upaya penanganan interaksi manusia dan satwa liar menjadi penting karena keberadaan gajah tidak hanya berkaitan dengan perlindungan satwa, tetapi juga menyangkut keamanan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

Advertisements

 

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Kehutanan sebelumnya juga telah mengembangkan berbagai pendekatan dalam penanganan konflik satwa liar, termasuk pemantauan pergerakan satwa dan penguatan pengelolaan kawasan. Dalam dokumen Ditjen KSDAE, pemasangan GPS collar disebut sebagai salah satu strategi untuk menangani konflik manusia dan gajah liar sekaligus mempelajari pergerakan satwa.

 

Kunjungan Menteri Kehutanan ke Lampung juga turut didampingi sejumlah pejabat Kementerian Kehutanan, di antaranya Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Staf Ahli Menteri, serta sejumlah direktur terkait konservasi dan pengelolaan kawasan.

Advertisements

 

Perwakilan Kedutaan Besar Norwegia juga turut hadir dalam kunjungan tersebut. Mereka antara lain Ambassador Kaja Glomm serta perwakilan bidang iklim dan kehutanan Anja Lillegraven, Livia Costa Kramer, dan Susilo Ady Kuncoro.

 

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.