"Contoh seperti kalau tahun kemarin kita baru buat jualan singkong mentah, tapi sekarang dari desa-desa sudah mengolah menjadi mocaf. Jadi turunan singkong dijadikan tepung oleh petani, oleh oleh masyarakat-masyarakat di desa, dan ini diekspor," ungkap Gubernur.
"Bulan depan Bupati Pringsewu sudah mengawali pengeksporannya ke Amerika. Ini semua, teman-teman, terjadi karena kebijakannya Presiden yang tepat menaikkan harga komoditas, menjaga hingga petani-petani kita semangat untuk melakukan hilirisasi. Terima kasih," pungkas Gubernur Lampung.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sinergi kebijakan sektor pertanian antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung terbukti membuahkan dampak signifikan terhadap kesejahteraan petani serta percepatan laju perekonomian daerah.
Mentan menyoroti keberhasilan penanganan anjloknya harga singkong di Provinsi Lampung. Berkat koordinasi intensif bersama Pemerintah Provinsi Lampung serta Menko Pangan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penyetopan total impor singkong dan etanol. Kebijakan ini terbukti efektif mengerek harga beli singkong di tingkat petani yang kini telah menyentuh angka Rp3.000 per kilogram.
"Bayangkan, itulah bentuk kepedulian Bapak Presiden Prabowo pada petani Indonesia, pada rakyat Indonesia. Belum ada SK, belum ada Kepmen, belum ada Perpres, Inpres, kami minta stop! Distop impor dari negara lain. Begitu cintanya Presiden kita pada petani Indonesia," tegas Amran.
Mentan juga memberikan apresiasi khusus atas kegigihan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang terus berkomunikasi secara intensif demi memperjuangkan stabilitas harga komoditas dan ketersediaan sarana produksi bagi petani Lampung.
"Tapi Pak Gubernur Lampung luar biasa kepeduliannya terhadap petani Lampung. Luar biasa! Bukan karena di depannya, dimana pun kami pidato. Di wilayah Lampung pernah kami kunjungan, Pak Gubernur tidak ada, kami sampaikan Gubernur luar biasa komitmennya pada rakyat masyarakat Lampung," ucap Mentan.