Pemerintah juga mendorong agar program pengentasan kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri. Dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, pesantren, dan lembaga sosial dibutuhkan agar masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pendidikan, keterampilan, pembiayaan, dan kesempatan berusaha.
Di tingkat masyarakat, pemberdayaan dapat diwujudkan melalui pengembangan usaha, pendampingan pelaku UMKM, peningkatan keterampilan kerja, serta penguatan kegiatan ekonomi di desa. Pendekatan tersebut diharapkan membantu keluarga memperbaiki penghidupan secara berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek.
Pendidikan dan pengembangan kapasitas keluarga juga menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan. Melalui program Sekolah Rakyat, misalnya, pemerintah berupaya memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pada saat yang sama, keluarga didorong agar memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan yang lebih produktif.
Upaya serupa dilakukan melalui penguatan ekonomi masyarakat, termasuk perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil, pendampingan desa, serta keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok program pemerintah. Dengan demikian, program sosial dan ekonomi dapat saling mendukung dalam menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang.
Muhaimin turut menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program pemerintah. Data sosial ekonomi yang terpadu diperlukan agar bantuan dan program pemberdayaan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. Koordinasi antarlembaga juga perlu diperkuat agar kebijakan yang dijalankan saling melengkapi dan memberikan manfaat secara langsung.
Menurut Muhaimin, penanganan kemiskinan membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah pusat dan daerah perlu melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, pesantren, serta berbagai kelompok masyarakat agar praktik pemberdayaan yang berhasil dapat dikembangkan di wilayah lain.