DESKRIPSINEWS - Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kota Bandar Lampung menyepakati penguatan kolaborasi di tiga sektor strategis, yakni pendidikan, pengelolaan sampah, dan pengembangan pariwisata. Kesepakatan tersebut terungkap saat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima kunjungan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana di Ruang Kerja Gubernur, Senin (13/7/2025).
Gubernur Mirza menegaskan pentingnya peran Bandar Lampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di provinsi ini. Ia menyebut 60 persen perputaran uang di Lampung terjadi di ibu kota provinsi. Selain itu, dari 17 juta wisatawan yang datang ke Lampung, sebanyak 70 persen berbelanja di Kota Bandar Lampung. Karena itu, ia menilai sinergi antara Pemprov dan Pemkot harus diperkuat agar berdampak langsung pada kemajuan daerah secara keseluruhan.
Di bidang pendidikan, Gubernur menyoroti masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia di Lampung. Data menunjukkan hanya 62 persen lulusan SMP yang melanjutkan ke SMA, 21 persen lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi, dan 3 persen lulusan perguruan tinggi yang bekerja di Lampung. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov menyatakan dukungan penuh terhadap Program Sekolah Siger yang digagas Pemkot Bandar Lampung. Program sekolah gratis ini ditujukan bagi anak-anak yang tidak tertampung di SMA negeri. Pemprov juga meminta Pemkot merekap data anak putus sekolah agar dapat diintegrasikan ke dalam program strategis peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pada sektor lingkungan, Pemprov, Pemkot Bandar Lampung, dan Pemkab Lampung Selatan sepakat membentuk Satuan Tugas gabungan untuk mempercepat pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu dengan kapasitas 1.000 ton per hari. Proyek ini telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Pada Agustus 2025, Pemprov juga menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Tanjung Sari, Natar, Lampung Selatan, untuk pusat pengelolaan sampah modern berbasis waste to energy. Sampah dari Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pesawaran rencananya akan diolah di lokasi tersebut. Selain itu, Pemkot diminta menyiapkan lahan untuk pembangunan embung sebagai upaya jangka panjang mengatasi banjir di wilayah kota.
Sementara di sektor pariwisata, Gubernur mendorong setiap kabupaten dan kota untuk menetapkan kawasan wisata unggulan. Destinasi-destinasi tersebut nantinya akan diintegrasikan oleh Pemprov menjadi peta besar pariwisata Lampung yang berkarakter dan saling terhubung. Langkah ini diharapkan mampu menarik minat investor untuk berinvestasi di sektor pariwisata.
Walikota Eva Dwiana mengapresiasi dukungan Pemprov dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan tersebut demi kemajuan Kota Bandar Lampung.