Pemprov Lampung Perkuat Pengembangan Energi Hijau dan Infrastruktur Berkelanjutan

Redaksi - Kamis, 14 Mei 2026 - 02:03 WIB
Pemprov Lampung Perkuat Pengembangan Energi Hijau dan Infrastruktur Berkelanjutan
-
Advertisements

“Untuk energi dari sampah juga bisa dikembangkan di sini karena pertumbuhan sampahnya masih tinggi,” ungkapnya.

Selain energi, pembahasan juga mencakup peluang pengembangan kawasan industri baru di Lampung. Gubernur Mirza mengatakan posisi Lampung yang dekat dengan Jakarta serta memiliki pelabuhan laut dinilai strategis untuk mendukung hilirisasi komoditas dari wilayah Sumatera bagian selatan.

Advertisements

“Kalau targetnya mengambil komoditas dari seluruh Sumatera bagian selatan, Lampung sangat strategis karena memiliki pelabuhan laut dalam,” tambahnya.

Gubernur Mirza berharap kerja sama dengan Citaglobal Berhad dapat menjadi langkah awal masuknya investasi Malaysia ke Lampung, khususnya pada sektor-sektor strategis yang mendukung transformasi ekonomi daerah.

“Kami ingin Lampung tidak hanya menjual komoditas mentah, tetapi juga tumbuh melalui hilirisasi dan industri bernilai tambah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Citaglobal Berhad turut memaparkan pengalaman perusahaan mereka di bidang energi hijau dan infrastruktur di Malaysia.

Advertisements

Mohamad Norza Zakaria menjelaskan, Citaglobal saat ini mengembangkan berbagai proyek clean energy, termasuk floating solar, biogas, Waste to Energy, telekomunikasi, hingga konstruksi.

Ia menyebut perusahaan mereka saat ini tengah mengembangkan proyek floating solar berkapasitas 200 megawatt di Malaysia serta terlibat dalam penyediaan energi hijau untuk proyek jalur kereta East Coast Rail Link (ECRL).

Di sektor pengelolaan lingkungan, Norza menjelaskan Citaglobal memiliki teknologi Waste to Energy asal Jerman yang telah diakuisisi perusahaan.

Teknologi tersebut memungkinkan pengolahan sampah menjadi sumber energi baru. Tak hanya itu, Citaglobal juga mengembangkan proyek biogas bersama perusahaan asal Singapura, Keppel.

Advertisements

Proyek tersebut memanfaatkan limbah kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang diolah menjadi gas dengan kandungan sekitar 90 persen metana.

“Gas itu nantinya diekspor ke Singapura untuk kebutuhan power plant,” ujarnya.

Norza juga menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap rencana investasi Citaglobal.

Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.