Pemprov Lampung Perkuat Pengembangan Energi Hijau dan Infrastruktur Berkelanjutan

Redaksi - Kamis, 14 Mei 2026 - 02:03 WIB
Pemprov Lampung Perkuat Pengembangan Energi Hijau dan Infrastruktur Berkelanjutan
-
Advertisements

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat langkah pengembangan energi hijau dan infrastruktur berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia Citaglobal Berhad.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) lalu diperkuat dengan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Kerja Gubernur setempat pada Rabu, 13 Mei 2026.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama Executive Chairman & President Citaglobal Berhad, Tan Sri Dato’ Sri Mohamad Norza Zakaria.

Kerja sama ini difokuskan pada penyusunan kajian pengembangan di bidang energi hijau dan pengelolaan limbah, yang meliputi Pengolahan Sampah Menjadi Energi (Waste to Energy) transformasi limbah menjadi sumber daya energi yang efisien, Biomassa Limbah Industri pemanfaatan limbah industri sebagai bahan baku energi alternatif dan Proyek Tenaga Surya pengembangan potensi energi matahari di wilayah Provinsi Lampung.

Advertisements

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang investasi strategis, mulai dari pengembangan energi terbarukan, pengolahan sampah menjadi energi, biomassa, hingga pembangunan kawasan industri dan infrastruktur penunjang ekonomi baru di Lampung.

“Ke depan fokus kami di Provinsi Lampung memang akan mengarah pada energi, terutama energi terbarukan,” ujar Gubernur Mirza.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar untuk pengembangan energi hijau.

Pemerintah Provinsi Lampung mencatat sedikitnya terdapat tiga bendungan yang dinilai layak dikembangkan menjadi proyek floating solar panel dengan kapasitas mencapai 150 hingga 200 megawatt per bendungan.

Advertisements

Selain itu, Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa Lampung juga memiliki potensi biomassa yang besar karena ditopang sektor pertanian dan perkebunan.

Ia menilai limbah pertanian seperti jagung, singkong, padi, hingga tebu dapat diolah menjadi biochar maupun sumber energi alternatif lainnya.

“Lampung ini punya sekitar 1,3 juta hektar potensi biomassa. Ada padi, jagung, singkong, nanas, bagas tebu, dan lainnya,” ujarnya.

Tak hanya energi baru terbarukan, Pemprov Lampung juga menawarkan peluang pengembangan proyek Waste to Energy (WtE).

Advertisements

Pemerintah pusat sebelumnya telah menunjuk Lampung sebagai salah satu daerah yang didorong untuk mengembangkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

Gubernur Mirza mengatakan bahwa volume sampah di Lampung terus meningkat dan membutuhkan solusi jangka panjang yang terintegrasi.

HALAMAN:
Advertisements
Share:
Editor: Redaksi
Source:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements

BERITA PILIHAN

Advertisements

TAG POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
© 2024 Deskripsinews.com. All Right Reserved.