Abdalfatah juga menggambarkan kondisi terkini di Gaza yang masih dilanda krisis berkepanjangan, dengan pembatasan akses, keterbatasan pangan, serta dampak kerusakan infrastruktur yang luas.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa rakyat Palestina tetap kuat dan memiliki keyakinan untuk meraih kemerdekaan.
“Kami mungkin kehilangan banyak hal, bahkan rumah kami dihancurkan, tetapi kami tidak kehilangan harapan untuk merdeka,” ujarnya.
Lebih jauh, Abdalfatah menyoroti pentingnya dukungan internasional, termasuk dari Indonesia, yang dinilai konsisten hadir dalam berbagai forum global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa serta dalam advokasi hak asasi manusia.
Ia juga mengapresiasi peran Indonesia dalam mendorong negara lain untuk turut memberikan dukungan kepada Palestina.
Dalam bidang pendidikan, Abdalfatah mengakui besarnya kontribusi Indonesia melalui program beasiswa bagi pelajar Palestina.
Namun, ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi, khususnya bagi mahasiswa dari Gaza yang kesulitan keluar wilayah akibat penutupan perbatasan.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat Palestina menjunjung tinggi nilai toleransi dan hidup berdampingan, di mana umat Muslim dan Kristen hidup bersama secara damai.
Hal ini, menurutnya, sejalan dengan nilai-nilai yang juga dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.
Menanggapi tawaran kerja sama dari Pemprov Lampung, Abdalfatah menyatakan kesiapan penuh untuk menjembatani hubungan antara pelaku usaha kedua pihak.
Ia menilai kerja sama ekonomi ini dapat menjadi salah satu jalan untuk membantu pemulihan kondisi rakyat Palestina, khususnya dari sisi kemandirian ekonomi sekaligus mempererat hubungan bilateral.
“Jika ada peluang kerja sama, kami siap memfasilitasi dan menghadirkan pengusaha Palestina untuk berkolaborasi,” ujarnya.
Abdalfatah juaga mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilainya sebagai bentuk nyata solidaritas, tidak hanya secara simbolik tetapi juga melalui langkah-langkah konkret.